Jaringan Kami
Tanya Jawab
Call Center

Call Saruma

Layanan nasabah PT. BPR Syariah Saruma Sejahtera

09272131473
Hubungi Sekarang

Tanya Jawab

Pertanyaan paling sering diajukan

Tabungan dengan akad mudharabah yang di peruntukkan kepada perorangan, kelompok atau badan usaha dan memberikan berbagai fasilitas dalam mata uang Rupiah.
Tabungan yang menggunakan akad Wadiah (titipan) yang diperuntukan untuk pelajar. Tabungan ini merupakan tabungan yang akan memudahkan anda dalam mengatasi biaya pendidikan yang timbul di masa yang akan datang.
Tabugan berencana diperuntukan untuk masyarakat umum yang menggunakan akad mudharabah. Tabungan berencana bertujuan untuk membantu anda dalam mempersiapan perencanaan masa depan anda seperti liburan, pernikahan dan rencana yang anda inginkan lainnya.
Tabungan yang menggunakan akad mudharabah yang di peruntukan untuk masyarakat umum. Tabungan ini bertujuanuntuk memudahkan anda dalam merancanakan perjalanan haji dan umrah sesuai keinginan anda dengan system setoran tunai maupun auto debet dalam mata uang rupiah (Rp).
Tabungan yang menggunakan akad Mudharabah (bagi hasil) yang diperuntukan bagi masyarakat umum dalam bentuk kelompok maupun individu dengan mata uang rupiah (Rp).
Nomor berhasil disalin!
Detail Information

Detail berita

41 Views

Kinerja Apik BPR Syariah Saruma Sejahtera Terus Tumbuh, Dorong Perekonomian Halmahera Selatan

Admin|BPR Syariah Saruma Sejahtera
|
06 March 2026

Dari sumber tanggal 27 Januari 2026. Jakarta, TopBusiness — Kinerja PT BPR Syariah Saruma Sejahtera (Perseroda), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Kabupaten Halmahera Selatan, terus menunjukkan tren positif.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Sunaryo D. Beddu, BPRS Saruma Sejahtera berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung perekonomian daerah.

Sejak mulai menjabat sebagai Direksi pada Desember 2024 dengan membawahkan fungsi kepatuhan, dan kemudian dipercaya sebagai Direktur Utama pada September 2025, Sunaryo langsung melakukan sejumlah langkah strategis untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Kebijakan tersebut terbukti efektif dalam memperkuat fundamental keuangan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap bank syariah milik daerah ini.

Pada tahun buku 2025, BPRS Saruma Sejahtera berhasil membukukan laba sebesar Rp1,01 miliar. Capaian ini menjadi tonggak penting karena diraih tanpa ditopang secara signifikan oleh pendapatan pemulihan Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aset Produktif (PPAP), yang selama ini menjadi faktor dominan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Ini merupakan pencapaian terbesar sepanjang BPRS Syariah Saruma Sejahtera berdiri. Jika dilihat dari laporan keuangan secara keseluruhan, pertumbuhan pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) berada di atas 20 persen, begitu juga dengan pendapatan utama pada laporan laba rugi,” tegas Sunaryo di hadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026, Senin (26/1/2026) kemarin.

Salah satu kebijakan awal yang diambil Sunaryo adalah melakukan penyesuaian remunerasi Direksi, Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) agar kembali sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah ini berdampak langsung pada efisiensi operasional perusahaan.

“Dengan kebijakan tersebut, kami berhasil menurunkan beban operasional tahun 2025 sebesar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Dari sisi kesehatan bank, rasio keuangan utama BPRS Saruma Sejahtera menunjukkan kinerja sangat baik dan berada pada peringkat 1 atau kategori “Sangat Sehat”. Meski demikian, penurunan rasio Return on Assets (ROA) tercatat terjadi. Menurut Sunaryo, hal ini disebabkan oleh karakter laba tahun 2024 yang sebagian besar berasal dari pemulihan PPAP atas penyelesaian pembiayaan bermasalah, sehingga tidak berulang pada tahun 2025. 

Secara year on year (YoY), laporan posisi keuangan BPRS Saruma Sejahtera mencatat pertumbuhan yang solid. Total aset tumbuh 31 persen menjadi Rp56,91 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp43,32 miliar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan penempatan dana, penyaluran pembiayaan, serta aset lainnya.

Liabilitas juga meningkat signifikan sebesar 56 persen menjadi Rp43,27 miliar dari sebelumnya Rp30,70 miliar. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya Dana Pihak Ketiga sebesar 41 persen menjadi Rp42,80 miliar, dari Rp30,36 miliar pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, ekuitas tumbuh 8 persen menjadi Rp13,64 miliar dari sebelumnya Rp12,62 miliar, seiring dengan laba yang dibukukan pada tahun 2025. Meski laba tercatat turun 65 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp2,86 miliar, penurunan tersebut dinilai wajar karena laba tahun 2024 ditopang oleh pendapatan pemulihan PPAP dalam jumlah besar.

Pada laporan laba rugi, kinerja operasional inti justru menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Pendapatan penyaluran dana meningkat 26 persen menjadi Rp4,79 miliar dari Rp3,82 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya pendapatan dari pihak ketiga bukan bank serta pendapatan dari bank lain.

Sebaliknya, pendapatan operasional lainnya turun 72 persen menjadi Rp1,25 miliar dari Rp4,47 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya pendapatan pemulihan PPAP hingga 95 persen, dari Rp3,65 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp192 juta pada tahun 2025.

Dari sisi beban, efisiensi berhasil dilakukan secara konsisten. Beban operasional turun 13 persen menjadi Rp4,04 miliar dari Rp4,66 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan ini berasal dari efisiensi biaya tenaga kerja Direksi serta menurunnya beban PPAP, yang mencerminkan tidak adanya pembiayaan bermasalah baru sepanjang tahun 2025.

Di bidang pengembangan sumber daya insani, manajemen secara konsisten meningkatkan kompetensi Direksi, Komisaris, pengawas, dan seluruh pegawai. Upaya tersebut dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi, asesmen ulang kesesuaian bidang kerja, penerapan Key Performance Indicator (KPI) untuk setiap pegawai dan unit kerja, serta pemberian penghargaan dan sanksi berbasis kinerja.

BPRS Saruma Sejahtera juga menjalin kerja sama dengan lembaga kompeten untuk pengembangan SDM, serta rutin melaksanakan kajian, pengajian, dan sosialisasi regulasi setiap pekan. Seluruh pegawai diwajibkan menandatangani pernyataan komitmen terhadap disiplin kerja, pencapaian target, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

“BPRS Saruma akan terus melakukan perbaikan, baik dari sisi layanan maupun kompetensi seluruh komponen perusahaan. Digital banking sudah menjadi kebutuhan mutlak, dan kami ingin terus tumbuh bersama daerah serta menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” pungkas Sunaryo.